Yogyakarta, merupakan Indonesia kecil. Ya, semua tau bahwa Yogyakarta yang merupakan kota gudeg dan kota pelajar memiliki masyarakat yang berasal dari ujung hingga ujung. Dari Aceh Hingga Papua semua ada di Yogyakarta. Tak heran banyak yang menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Indonesia mini.
Yogyakarta, mempunyai kebudayaan yang masih sangat kental dan khas. Seperti kita ketahui tentang adat istiadatnya, tariannya, tradisinya, makanannya, dan ciri khas kebudayaan lain yang ada di Yogyakarta.
Arus globalisasi yang sangat cepat terjadi di Yogyakarta. Banyaknya media yang ada di Indonesia khususnya di Yogyakarta membawa dampak tersendiri bagi masyarakat. Hilangnya nilai-nilai budaya yang ada di Yogyakarta bisa jadi disebabkan oleh media yang ada di Yogyakarta.
Radio, sebuah media yang merupakan media yang sangat dekat dengan masyarakat. Radio sudah menjadi bagian dalam masyarakat. Meskipun sudah banyak media yang lebih daripada radio. Namun, radio tetap menjadi sahabat yang baik bagi pendengarnya. Banyaknya radio di Yogyakarta menunjukkan bahwa masyarakat kota Yogyakarta masih mencintai radio. Dengan berbagai segmen, radio menyiarkan program-programnya kepada pendengarnya.
Apabila kita perhatikan, banyak sekali radio bersegmen anak muda di Yogyakarta. Banyak radio yang hanya money oriented. Mereka hanya memprioritaskan iklan dan lagu untuk menghibur pendengar. Namanya juga radio hiburan...
Sudah jarang radio yang bersegmen budaya. Meskipun Yogyakarta adalah kota budaya, media radio hanya berorientasi kepada hiburan semata. Apabila kita melihat di sebelah utara Yogyakarta, terdapat radio bersegmen budaya. Mereka masih menyiarkan program-program tentang seni dan budaya yang tentunya mendidik bagi para pendengarnya.
Walau,,radio budaya tak banyak di Yogyakarta, munculnya radio komunitas yang bersegmen budaya juga pantas untuk diacungi jempoL. Radio komunitas, yang notabene adalah radio yang berasal dari untuk dan oleh komunitasnya tersebut menyiarkan tentang seni dan budaya di tengah pangsa pasar yang berorientasi pada hiburan dan hiburan saja.
Kita sebagai generasi muda, harusnya dapat melihat menurunnya seni dan budaya di Yogyakarta yang notabene adalah kota budaya. Seni dan budaya di Yogyakarta tak boleh menghilang, karena akan melunturkan ciri khas yang ada di Yogyakarta. Radio budaya harus dipertahankan, kalau bisa malah bekerja sama dengan pekerja seni dan budaya. Banyak pekerja seni dan budaya yang masih eksis dan cinta terhadap kebudayaan di Indonesia.
Tentunya karena mereka cinta akan seni dan budaya di Yogyakarta.
Yogyakarta, mempunyai kebudayaan yang masih sangat kental dan khas. Seperti kita ketahui tentang adat istiadatnya, tariannya, tradisinya, makanannya, dan ciri khas kebudayaan lain yang ada di Yogyakarta.
Arus globalisasi yang sangat cepat terjadi di Yogyakarta. Banyaknya media yang ada di Indonesia khususnya di Yogyakarta membawa dampak tersendiri bagi masyarakat. Hilangnya nilai-nilai budaya yang ada di Yogyakarta bisa jadi disebabkan oleh media yang ada di Yogyakarta.
Radio, sebuah media yang merupakan media yang sangat dekat dengan masyarakat. Radio sudah menjadi bagian dalam masyarakat. Meskipun sudah banyak media yang lebih daripada radio. Namun, radio tetap menjadi sahabat yang baik bagi pendengarnya. Banyaknya radio di Yogyakarta menunjukkan bahwa masyarakat kota Yogyakarta masih mencintai radio. Dengan berbagai segmen, radio menyiarkan program-programnya kepada pendengarnya.
Apabila kita perhatikan, banyak sekali radio bersegmen anak muda di Yogyakarta. Banyak radio yang hanya money oriented. Mereka hanya memprioritaskan iklan dan lagu untuk menghibur pendengar. Namanya juga radio hiburan...
Sudah jarang radio yang bersegmen budaya. Meskipun Yogyakarta adalah kota budaya, media radio hanya berorientasi kepada hiburan semata. Apabila kita melihat di sebelah utara Yogyakarta, terdapat radio bersegmen budaya. Mereka masih menyiarkan program-program tentang seni dan budaya yang tentunya mendidik bagi para pendengarnya.
Walau,,radio budaya tak banyak di Yogyakarta, munculnya radio komunitas yang bersegmen budaya juga pantas untuk diacungi jempoL. Radio komunitas, yang notabene adalah radio yang berasal dari untuk dan oleh komunitasnya tersebut menyiarkan tentang seni dan budaya di tengah pangsa pasar yang berorientasi pada hiburan dan hiburan saja.
Kita sebagai generasi muda, harusnya dapat melihat menurunnya seni dan budaya di Yogyakarta yang notabene adalah kota budaya. Seni dan budaya di Yogyakarta tak boleh menghilang, karena akan melunturkan ciri khas yang ada di Yogyakarta. Radio budaya harus dipertahankan, kalau bisa malah bekerja sama dengan pekerja seni dan budaya. Banyak pekerja seni dan budaya yang masih eksis dan cinta terhadap kebudayaan di Indonesia.
Tentunya karena mereka cinta akan seni dan budaya di Yogyakarta.



