Jumat, 22 Agustus 2008

ospek dan kreatifitas mahasiswa


Ospek, suatu hal yang sudah menjadi sebuah tradisi SMA, atau perguruan tinggi dari tahun ke tahun. siapa yang tak pernah merasakan ospek. Ospek yang kini entah apa itu namanya merupakan ajang pengenalan kehidupan kampus. Ospek yang seperti ini harusnya benar-benar mengenalkan kehidupan di kampus itu seperti apa. Apa saja yang ada di dalam kampus. Isu-isu apa yang sedang mewabah di kampus dan lain sebagainya.
Mengingat-ingat jaman saya dulu ikut ospek. Pengen ketawa sendiri. Panitia Ospek yang memberikan berbagai macam tugas dan atribut yang harus dibawa dan dikenakan ketika hari H beraneka ragam.

Dengan berbagai atribut dari ujung kepala hingga ujung kaki yang aneh dan unik. Serta barang bawaan yang aneh dan tak masuk akal. Hal ini, dimaksudkan untuk membuat mahasiswa berdaya imajinasi dan kreatifitas yang tinggi. Bayangkan bila ospek disuruh membawa kursi lipat yang segede itu. ehh,, ternyata koran. kursi=tempat duduk. koran, yang bisa dilipat dan bisa dibawa kemana saja dan flexibel. Atau jenis makanan pasar atau jajan pasar yang sering juga untuk dibawa sebagai bekal untuk ospek. Seperti pisang dempet, tutup botol bergambar lebah atau yang lainnya. Dalam waktu yang super duper mepet, kita dituntut untuk mencari dan mendapatkan barang tesebut. Yang dilihat dari hal ini adalah kemauan dan usaha kita serata tingkat kreatifitas kita untuk bisa membawa dan membuat barang tersebut. Tak ada pisdang yang dempet karena warung sudah tak ada yang buka, pisang di sambung dengan solasi atau selotip atau menggambar lebah di tutup botol bekas.jadi tak usah membeli baru.he3,,
Tak hanya itu juga, kadang ospek harus memaksa mahasiswa baru untuk datang jam lima pagi. buseett!! habis itu di teriak-teriakin. diomeli-omelin. Mereka sepertinya mencari-cari kesalahan kita. Its ok sih, buat nguji mental kita. Tapi kalo sampai hal-hal aneh dan kekerasan fisik terjadi apakah hal tersebut masih bisa dianggap ospek yang sehat?
Gimana ya kalo misalnya ospek tak usah memakai yang namanya kekerasan, dan cukup santai dalam membawakan acaranya. Sehingga mahasiswa baru tak merasa tertekan dan ketakutan ketika pertama kali memasuki dunia kampusnya.
Tak usah memakai atribut yang aneh-aneh. Cukup satu baju yang seragam dan santai. dan tidak terlalu ribet. Karena juga membutuhkan duid untuk membeli barang-barangnya.hahahaha,,
Intinya adalah, mengenalkan kehidupan kampus seperti apa dan membangun jiwa seorang mahasiswa yang benar-benar mengerti arti mahasiswa yang berbeda dengan siswa biasa.

Tidak ada komentar: